Selasa, 11 Juni 2013

Informasi

Jakarta Utara adalah nama sebuah kota administrasi di sebelah utara Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Di sebelah utara Jakarta Utara berbatasan dengan Laut Jawa, di sebelah timur dengan Bekasi, di sebelah selatan dengan Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Di sebelah barat Jakarta Utara berbatasan dengan Tangerang.

Di Jakarta Utara terletak pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Balaikota lama kota Batavia yang sekarang disebut Museum Kota Jakarta.

Jumlah penduduk (per 08/2006):
Laki-laki                                  604.778
Perempuan                              576.218
Total                                    1.181.096
Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Kecamatan Penjaringan terletak di Jakarta Utara.
Penjaringan berbatasan dengan Laut Jawa dan Kepulauan Seribu di sebelah utara, Kosambi di sebelah barat, Pademangan di sebelah timur, dan Kalideres di sebelah selatan.

Daftar Kelurahan
Penjaringan, Penjaringan dengan kode pos 14430
Pluit, Penjaringan dengan kode pos 14440
Pejagalan, Penjaringan dengan kode pos 14450
Kapuk Muara, Penjaringan dengan kode pos 14460
Kamal Muara, Penjaringan dengan kode pos 14470

Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara
Kecamatan Pademangan terletak di Jakarta Utara.
Pademangan berbatasan dengan Teluk Jakarta di sebelah utara, Penjaringan di sebelah barat, Tanjung Priok di sebelah timur, dan Sawah Besar dan Tamansari di sebelah selatan.

Fasilitas umum
Taman Impian Jaya Ancol, semacam taman bermain luas yang isinya ada bermacam-macam wahana.
Stasiun Ancol, yang terhubung dengan KRL AC Jabodetabek dan Busway Trans Jakarta

Daftar Kelurahan
Pademangan Timur, Pademangan dengan kode pos 14410
Pademangan Barat, Pademangan dengan kode pos 14420
Ancol, Pademangan dengan kode pos 14430

Tanjung Priok, Jakarta Utara
Kecamatan Tanjung Priok terletak di Jakarta Utara.
Di daerah ini terdapat Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terpadat di Indonesia.

Tanjung Priok, Jakarta Utara
Kecamatan Tanjung Priok
Provinsi Jakarta
Luas 25,1255 km²
Jumlah penduduk 311.440 jiwa (2005)
- Kepadatan 12.395 jiwa/km²
Desa/kelurahan 7

Asal nama
Kata Tanjung Priok terdiri dari dua suku kata, yakni Tanjung yang artinya daratan yang menjorok ke laut sehingga daerah ini cocok sebagai kawasan pelabuhan dan Priok yang berasal dari kata Periuk, semacam panci yang menjadi komoditas ekspor pada zaman prasejarah (sekitar abad ke-1 Masehi). Jadi, sejak dahulu kawasan ini adalah pelabuhan prasejarah (atau zaman penyebaran agama Hindu) dan Tanjung Priok benar-benar dijadikan kawasan pelabuhan oleh kolonial Belanda pada akhir abad ke-18. Jadi, anggapan bahwa nama Tanjung Priok berasal dari tokoh penyebar Islam, yakni Mbah Priuk adalah benar karena kawasan ini bernama Tanjung Priok karena kedatangan Mbah Priuk pada tahun 1756.

Daftar Kelurahan
Tanjung Priok, Tanjung Priok dengan kode pos 14310
Kebon Bawang, Tanjung Priok dengan kode pos 14320
Sungai Bambu, Tanjung Priok dengan kode pos 14330
Papanggo, Tanjung Priok dengan kode pos 14340
Warakas, Tanjung Priok dengan kode pos 14340
Sunter Agung, Tanjung Priok dengan kode pos 14350
Sunter Jaya, Tanjung Priok dengan kode pos 14350

Kelapa Gading, Jakarta Utara
Kelapa Gading merupakan wilayah kecamatan di Indonesia yang terletak di Kota Jakarta Utara. Kecamatan ini merupakan daerah yang dikembangkan oleh perusahaan properti Summarecon Agung sejak tahun 1975. Tahun 1970-an, Kecamatan Kelapa Gading masih dikenal sebagai daerah rawa dan persawahan, kini Kelapa Gading telah berubah menjadi kawasan yang tertata baik dan berkembang pesat. Bahkan, Pemerintah Jakarta Utara hendak menjadikan Kelapa Gading seperti Singapura karena lengkapnya kebutuhan di sana, baik dari makanan, tempat tinggal, pakaian, otomotif, film, pendidikan, dan lain-lain. Saat ini pembangunan dan penataan Kelapa Gading telah diserahkan sepenuhnya kepada puluhan pengembang yang ada. Di antaranya PT. Summarecon Agung Tbk, PT Bangun Cipta Sarana, PT Graha Rekayasa Abadi, PT Pangestu Luhur, PT Nusa Kirana dan yang terakhir PT. Agung Podomoro dan Agung Sedayu.

Sejarah
Kelapa Gading, awalnya dikenal sebagai daerah rawa dan persawahan. Tapi, sejak pertengahan tahun 1970, PT Summarecon Agung Tbk ( sebelumnya bekerja sama dengan masyarakat betawi asli yang kemudian pisah dan mendirikan PT Gading Kirana ). mulai memasuki daerah ini dan membangunnya. Pada awalnya, daerah Pluit masih lebih ramai daripada Kelapa Gading. Tetapi, kini Kelapa Gading telah menjadi daerah yang berkembang pesat.

Letak geografis
Wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya.Kelapa Gading terletak pada arah timur laut kota Jakarta Utara. Wilayah Kelapa Gading terletak pada ketinggian kurang lebih 5 meter diatas permukaan laut , sehingga daerah ini sangat sering terkena banjir, terutama saat terjadi siklus banjir 5 tahunan. Namun, sejak rampungnya pembangunan 2 kanal di Jakarta, kemungkinan besar Kelapa Gading tidak akan terkena banjir lagi.

Batas wilayah
Utara Kecamatan Koja
Selatan Kecamatan Pulo Gadung
Barat Kecamatan Tanjung Priok
Timur Kecamatan Cakung dan Cilincing

Politik dan administrasi
Kecamatan Kelapa Gading terbagi atas 3 kelurahan:
1 Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading
2 Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading
3 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading
Kelurahan Kelapa Gading Barat dan Kelurahan Kelapa Gading Timur memiliki kode pos 14240, sedangkan Kelurahan Pegangsaan Dua memiliki kode pos 14250.

Demografi
Kecamatan Kelapa Gading dengan luas 1.633,7 hektar, terdiri atas tiga kelurahan, yaitu Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, dan Pegangsaan Dua. Jumlah penduduk Kelapa Gading sebanyak 102.426 jiwa pada tahun 2003. Populasi warga Kelapa Gading sekitar 5% dari jumlah penduduk Jakarta dan 20% penduduk Jakarta Utara. Hampir 65 % penduduknya adalah warga keturunan Tionghoa. Profesi masyarakat Kelapa Gading beraneka ragam, dan banyak di antaranya yang berprofesi sebagai pedagang.
Komposisi penduduk Kelapa Gading menurut jenis kelamin pada tahun 2003 adalah sebagai berikut:

Kecamatan Koja, Jakarta Utara
Kecamatan Koja terletak di Jakarta Utara.

Daftar Kelurahan
Koja Utara, Koja dengan kode pos 14210
Koja Selatan, Koja dengan kode pos 14220
Rawa Badak Utara, Koja dengan kode pos 14230
Rawa Badak Selatan, Koja dengan kode pos 14230
Tugu Utara, Koja dengan kode pos 14260
Tugu Selatan, Koja dengan kode pos 14260
Lagoa, Koja dengan kode pos 14270

Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara
Kecamatan Cilincing terletak di Jakarta Utara.
Kecamatan ini adalah kecamatan dengan terbanyak jumlah kelurahan di Jakarta Utara. Di kecamatan ini terdapat kawasan berikat industri terpadu nasional yang memproduksi konveksi dengan beragam perusahaan baik nasional maupun perusahaan penanaman modal asing.
Kelurahan ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kecamatan Koja di sebelah barat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi di sebelah timur, dan Kecamatan Cakung di sebelah selatan.

Daftar Kelurahan
Kali Baru, Cilincing dengan kode pos 14110
Cilincing, Cilincing dengan kode pos 14120
Semper Barat, Cilincing dengan kode pos 14130
Semper Timur, Cilincing dengan kode pos 14130
Sukapura, Cilincing dengan kode pos 14140
Rorotan, Cilincing dengan kode pos 14140
Marunda, Cilincing, Jakarta Utara dengan kode pos 14150
Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau. Nama Tanjung Priok diambil dari nama salah satu habib penyebar agama islam pertama di daerah Jakarta Utara yang tewas akibat kapal karam.

Fasilitas pelayanan yang dimiliki oleh pelabuhan Tanjung Priok cukup memadai untuk melayani arus keluar masuk barang baik berupa barang curah, konvensional maupun container. Terminal pelayanan peti kemas ekspor-impor di pelabuhan ini ada 5 terminal yaitu:
Jakarta International Container Terminal I (JICT I)
Jakarta International Container Terminal II (JICT II)
Terminal Petikemas Koja (TPJ Koja)
Mustika Alam Lestari (MAL)
Multi Terminal Indonesia (MTI)

Sunda Kelapa
Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta Utara, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta Utara, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Sunda Kelapa merupakan pelabuhan Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Kerajaan Sunda, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kelapa menggunakan bahasa Malayu yang umum di Sumatera, yang kemudian dijadikan bahasa nasional, jauh sebelum peristiwa Sumpah Pemuda.

Taman Impian Jaya Ancol
Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Pada 2006, Taman Impian Jaya Ancol berubah nama menjadi Ancol Jakarta Bay City

Sebagai kawasan wisata, Taman Impian Jaya Ancol ternyata sudah berdiri sejak abad ke-17. Waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata.
Sayangnya, ketika Perang Dunia II meletus disusul perang kemerdekaan, Ancol terlupakan. Sungai Ciliwung secara leluasa menumpahkan air dan lumpurnya ke sana sehingga mengubah kawasan tersebut menjadi kotor, kumuh, dan berlumpur. Kawasan yang semula cantik, berubah menjadi menyeramkan bagaikan 'tempat jin buang anak'.


Lalu, muncul usulan agar kawasan Jakarta Utara difungsikan menjadi daerah industri. Namun, usul itu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno. Malah, Bung Karno ingin membangun kawasan itu sebagai daerah wisata. Lewat Keputusan Presiden pada akhir Desember 1965, Bung Karno memerintahkan kepada Gubernur DKI Jaya waktu itu, dr. Soemarno, sebagai pelaksana pembangunan proyek Taman Impian Jaya Ancol. Proyek pembangunan ini baru terlaksana di bawah pimpinan Ali Sadikin yang ketika itu menjadi Gubernur Jakarta. Pembangunan Ancol dilaksanakan oleh PD Pembangunan Jaya di bawah pimpinan Ir. Ciputra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar